PLANT PROTECTION TRAINING

MEGA PLANTING 2017

Mega planting 2017 mengusung tema mengenal dan menjelajah perlindungan tanaman. Dilandaskan dengan kebutuhan dan kepedulian terhadap perlindungan tanaman, acara ini dirumuskan dengan berbagai kegiatan yang menunjang dalam identfikasi hama dan patogen sederhana hingga alat-alat trapping yang digunakan dalam menginventarisasi serangga. Sabtu dan Minggu 6-7 mei 2017, Mega Planting terlaksana dengan dihadiri 33 peserta terdaftar. Peserta berasal dari departemen hama dan Penyakit Tumbuhan dan Budidaya Pertanian. Planting diselenggarakan di BPPTPH Ngipik Sari.

Sebelum hari H pelaksanaan planting, terdapat pembekalan di SubLab vertebrata Hama. Materi yang disampaikan mengenai hama secara umum oleh Prof. Dr. Ir. Edhi Martono, M.Sc. dan materi mengenai penyakit tumbuhan oleh Dr. Ir. Arif Wibowo, M.Agr.Sc. Kedua materi ini sangatlah dibutuhkan untuk pemahaman dan bergerak di lapangan. Bekal materi tersebut akan berguna untuk kegiatan lapangan Planting. Kemudian dilanjutkan dengan materi pengendalian hayati oleh Dr. Tri Harjaka, S.P., M.Pdan materi pestisida nabati oleh Komunitas Pteron di BPPTPH. Disajikan video pemantik yang berisikan mekanisme parasitoid dan predator memangsa inangnya yang sangat menarik sehingga membuat peserta antusias dalam mengikuti acara yang sedang berlangsung. Materi pestisida nabati disampaikan dengan praktik langsung dengan cara pembuatannya sehingga peserta dapat memahami lebih baik terkait dengan pestisida nabati dari daun mimba.

Berbeda dengan acara yang lain, mega planting memberikan sensasi praktikum lapangan dengan mengamati dan belajar langsung di lapangan didampingi dengan mahasiswa baik aktif maupun alumni yang membantu memberikan pengarahan dalam kegiatannya. Rangkaian acara berjalan kurang lebih sesuai dengan yang dirumuskan, namun terdapat beberapa hambatan dalam komunikasi dan keterlibatan peserta. Rangkaian kegiatan meliputi pengamatan dan identifikasi gejala penyakit pada komoditas jambu kristal, papaya, jambu air, cabai, tomat dan pisang. Kegiatan yang lain berupa pemasangan, panen dan identisikasi serangga hasil trapping. Trap yang diguankan antara lain sugar baits, sticky trap, sweep net, pitfall trap, corong berlese, stainer trap dan light trap. Pengambilan serangga hasil trapping dilakukan sesuai dengan waktu-waktu ynag dianjurkan, sehingga dilakukan sepanjang hari dari pagi hingga pagi kembali. Pemanenan hasil trap yang berlangsung malam dan dini hari bukan hambatan bagi peserta justru hal tersebut merupakan hal yang menarik dan hanya dapat ditemukan pada acara Planting.

Hasil trap yang dilakukan kemudian diidentifikasi didampingi dengan mahasiswa aktif angkatan 2013 dan alumni HPT angkatan 2012. Identifikasi dilakukan hingga tingakatan ordo dan harapannya  supaya peserta yang notabenenya mahasiswa HPT apat tahu lebih dahulu mengenai ilmu yang akan didalaminya 3 tahun ke depan. Serangga hasil tangkapan yang dirasa bagus dan mengalami keunikan kemudian di awetkan basah dengan dimasukkan ke dalam fial berisikan alcohol 70% serta dibuat awetan dalam resin yang dapat digunakan untuk gantungan kunci dan penghias ruangan. Awetan tersebut dapat dibawa pulang oleh peserta sebagai bentuk kenang-kenangan dan hasil dari mengikuti kegiatan Planting.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *